Prediksi Soal TKA Ekonomi SMA 2026: Permintaan, Penawaran, Elastisitas, Inflasi, dan Pembahasan

ekonomi

Tes Kemampuan Akademik atau TKA Ekonomi tidak cukup dipersiapkan dengan menghafal definisi. Peserta perlu memahami konsep, mengolah data, melakukan perhitungan, serta menarik kesimpulan dari kasus ekonomi.

Berdasarkan kerangka resmi Pusat Asesmen Pendidikan, TKA Ekonomi mengukur empat elemen utama, yaitu konsep dasar ilmu ekonomi, ekonomi mikro dan makro, ekonomi internasional, serta akuntansi keuangan dasar. Kompetensinya mencakup level pemahaman, penerapan, dan penalaran. Soal juga dapat menggunakan peristiwa ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sebagai stimulus. Informasi tersebut dapat diperiksa melalui laman resmi TKA Ekonomi Pusmendik.

Artikel ini menyediakan 20 prediksi soal yang terdiri atas:

  • 15 soal pilihan ganda.
  • 5 soal uraian.
  • Kunci jawaban dan pembahasan pada setiap soal.
  • Materi permintaan dan penawaran, elastisitas, inflasi, pendapatan nasional, perdagangan internasional, hingga akuntansi.
  • Soal pada level pemahaman, aplikasi, dan penalaran atau HOTS.

Penting untuk dipahami bahwa soal resmi TKA menggunakan bentuk objektif, yaitu pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks. Lima soal uraian dalam artikel ini digunakan sebagai latihan pendalaman. Tujuannya agar peserta mampu menjelaskan proses penyelesaian, bukan sekadar menebak jawaban.

Distribusi Prediksi Soal Berdasarkan Kisi-Kisi

Komposisi soal disesuaikan dengan bobot kisi-kisi yang diberikan:

MateriBobotJumlah Soal
Keseimbangan pasar dan pajak10 persen2 soal
Elastisitas permintaan10 persen2 soal
Pendapatan nasional atau NNP10 persen2 soal
Kebijakan moneter kontraktif10 persen2 soal
Laba maksimum dalam persaingan sempurna15 persen3 soal
Persamaan dasar akuntansi10 persen2 soal
Kurva Lorenz dan Rasio Gini10 persen2 soal
Perdagangan internasional10 persen2 soal
Jurnal penyesuaian10 persen2 soal
Fungsi konsumsi dan tabungan5 persen1 soal
Total100 persen20 soal

Ringkasan Rumus Penting

Sebelum mengerjakan soal, pahami beberapa rumus berikut.

1. Keseimbangan pasar

Keseimbangan terjadi ketika:

Qd = Qs

Keterangan:

  • Qd adalah jumlah barang yang diminta.
  • Qs adalah jumlah barang yang ditawarkan.

Jika pemerintah mengenakan pajak sebesar t per unit, berlaku:

Harga yang diterima produsen = harga yang dibayar konsumen – pajak

2. Elastisitas permintaan

Ed = persentase perubahan jumlah yang diminta / persentase perubahan harga

Nilai Ed biasanya dibaca sebagai nilai mutlak:

  • Ed lebih dari 1 berarti elastis.
  • Ed sama dengan 1 berarti elastis uniter.
  • Ed kurang dari 1 berarti inelastis.
  • Ed sama dengan 0 berarti inelastis sempurna.

3. Produk Nasional Bersih

GNP = GDP + pendapatan faktor neto dari luar negeri

NNP = GNP – penyusutan

Pendapatan faktor neto dari luar negeri diperoleh dari:

Pendapatan WNI di luar negeri – pendapatan WNA di dalam negeri

4. Laba perusahaan

Laba = penerimaan total – biaya total

Penerimaan total:

TR = P x Q

Dalam pasar persaingan sempurna, laba maksimum dicapai ketika:

MR = MC

5. Persamaan dasar akuntansi

Aset = Liabilitas + Ekuitas

6. Fungsi konsumsi dan tabungan

Jika:

C = a + bY

Maka:

S = Y – C

atau:

S = -a + (1 – b)Y


A. Prediksi Soal Pilihan Ganda TKA Ekonomi SMA 2026

Soal 1: Keseimbangan Pasar Setelah Pajak

Diketahui fungsi permintaan dan penawaran suatu barang sebagai berikut:

Qd = 100 – 2P

Qs = 10 + P

Pemerintah mengenakan pajak sebesar 15 satuan uang untuk setiap unit barang. Pajak dipungut dari produsen. Harga yang harus dibayar konsumen dan jumlah keseimbangan pasar setelah pajak adalah….

A. Harga 20 dan jumlah 60 unit
B. Harga 30 dan jumlah 40 unit
C. Harga 35 dan jumlah 30 unit
D. Harga 40 dan jumlah 20 unit
E. Harga 45 dan jumlah 10 unit

Jawaban: C

Pembahasan:

Misalkan Pc adalah harga yang dibayar konsumen, sedangkan Pp adalah harga yang diterima produsen.

Karena terdapat pajak sebesar 15 per unit:

Pp = Pc – 15

Fungsi penawaran awal:

Qs = 10 + Pp

Masukkan Pp = Pc – 15:

Qs = 10 + Pc – 15

Qs = Pc – 5

Keseimbangan pasar terjadi ketika Qd = Qs:

100 – 2Pc = Pc – 5

105 = 3Pc

Pc = 35

Masukkan harga tersebut ke fungsi permintaan:

Qd = 100 – 2(35)

Qd = 100 – 70

Qd = 30

Jadi, konsumen membayar harga 35 dan jumlah keseimbangan setelah pajak adalah 30 unit.

Produsen hanya menerima:

Pp = 35 – 15 = 20

Pajak menciptakan selisih antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen.


Soal 2: Pembagian Beban Pajak

Pasar suatu barang mempunyai fungsi:

Qd = 140 – 2P

Qs = 20 + P

Pemerintah kemudian mengenakan pajak sebesar 12 per unit kepada produsen. Pernyataan yang tepat mengenai keseimbangan pasar dan pembagian beban pajak adalah….

A. Harga konsumen menjadi 40 dan seluruh pajak ditanggung produsen
B. Harga konsumen menjadi 52 dan seluruh pajak ditanggung konsumen
C. Harga konsumen menjadi 44 dan produsen menerima 44
D. Harga konsumen menjadi 44, produsen menerima 32, dan produsen menanggung beban pajak lebih besar
E. Harga konsumen menjadi 48, produsen menerima 36, dan beban pajak terbagi sama besar

Jawaban: D

Pembahasan:

Sebelum pajak, keseimbangan diperoleh dari:

140 – 2P = 20 + P

120 = 3P

P = 40

Jumlah keseimbangan awal:

Q = 140 – 2(40) = 60 unit

Setelah pajak sebesar 12:

Pp = Pc – 12

Fungsi penawaran setelah pajak:

Qs = 20 + Pc – 12

Qs = 8 + Pc

Keseimbangan baru:

140 – 2Pc = 8 + Pc

132 = 3Pc

Pc = 44

Jumlah keseimbangan baru:

Q = 140 – 2(44)

Q = 52 unit

Harga yang diterima produsen:

Pp = 44 – 12 = 32

Sebelum pajak, harga pasar adalah 40. Sesudah pajak:

  • Harga yang dibayar konsumen naik dari 40 menjadi 44. Beban konsumen adalah 4 per unit.
  • Harga yang diterima produsen turun dari 40 menjadi 32. Beban produsen adalah 8 per unit.

Dengan demikian, produsen menanggung beban pajak yang lebih besar.


Soal 3: Elastisitas dan Perubahan Permintaan

Harga suatu produk naik sebesar 10 persen. Koefisien elastisitas permintaannya adalah 1,5. Sebelum kenaikan harga, jumlah barang yang diminta sebanyak 100 unit. Jumlah barang yang diminta setelah kenaikan harga adalah….

A. 75 unit
B. 80 unit
C. 85 unit
D. 90 unit
E. 95 unit

Jawaban: C

Pembahasan:

Koefisien elastisitas permintaan sebesar 1,5 berarti perubahan jumlah yang diminta sebesar 1,5 kali perubahan harga.

Persentase perubahan jumlah:

1,5 x 10 persen = 15 persen

Karena harga naik, jumlah yang diminta turun sebesar 15 persen.

Penurunan jumlah permintaan:

15 persen x 100 = 15 unit

Jumlah permintaan baru:

100 – 15 = 85 unit

Jadi, jumlah barang yang diminta setelah kenaikan harga adalah 85 unit.


Soal 4: Elastisitas dan Penerimaan Total

Harga minuman turun dari Rp20.000 menjadi Rp18.000 per botol. Setelah penurunan harga, jumlah yang diminta naik dari 200 menjadi 230 botol. Jika persentase dihitung menggunakan nilai awal, kesimpulan yang tepat adalah….

A. Ed = 0,5 dan penerimaan total turun
B. Ed = 1 dan penerimaan total tetap
C. Ed = 1,5 dan penerimaan total naik
D. Ed = 2 dan penerimaan total turun
E. Ed = 3 dan penerimaan total tetap

Jawaban: C

Pembahasan:

Persentase penurunan harga:

(20.000 – 18.000) / 20.000 x 100 persen = 10 persen

Persentase kenaikan jumlah yang diminta:

(230 – 200) / 200 x 100 persen = 15 persen

Koefisien elastisitas:

Ed = 15 persen / 10 persen

Ed = 1,5

Karena Ed lebih dari 1, permintaannya bersifat elastis.

Penerimaan total sebelum harga turun:

TR awal = Rp20.000 x 200

TR awal = Rp4.000.000

Penerimaan total setelah harga turun:

TR baru = Rp18.000 x 230

TR baru = Rp4.140.000

Penerimaan total naik sebesar Rp140.000. Pada permintaan elastis, penurunan harga dapat meningkatkan penerimaan total karena persentase kenaikan jumlah permintaan lebih besar daripada persentase penurunan harga.


Soal 5: Menghitung NNP

Diketahui data ekonomi Negara Arunika sebagai berikut:

  • Produk Domestik Bruto atau GDP sebesar Rp2.500 triliun.
  • Pendapatan WNI di luar negeri sebesar Rp120 triliun.
  • Pendapatan WNA di dalam negeri sebesar Rp80 triliun.
  • Penyusutan barang modal sebesar Rp150 triliun.

Besarnya Produk Nasional Bersih atau NNP adalah….

A. Rp2.310 triliun
B. Rp2.350 triliun
C. Rp2.390 triliun
D. Rp2.460 triliun
E. Rp2.540 triliun

Jawaban: C

Pembahasan:

Pendapatan faktor neto dari luar negeri:

Rp120 triliun – Rp80 triliun = Rp40 triliun

GNP:

GDP + pendapatan faktor neto dari luar negeri

GNP = Rp2.500 triliun + Rp40 triliun

GNP = Rp2.540 triliun

NNP:

GNP – penyusutan

NNP = Rp2.540 triliun – Rp150 triliun

NNP = Rp2.390 triliun

Jadi, Produk Nasional Bersih Negara Arunika adalah Rp2.390 triliun.


Soal 6: Pendapatan Faktor Neto Negatif

Negara Cakrawala memiliki data berikut:

  • GDP sebesar Rp3.200 triliun.
  • Pendapatan warga negara di luar negeri sebesar Rp90 triliun.
  • Pendapatan warga asing di dalam negeri sebesar Rp140 triliun.
  • Penyusutan sebesar Rp200 triliun.

Nilai NNP Negara Cakrawala adalah….

A. Rp2.850 triliun
B. Rp2.950 triliun
C. Rp3.000 triliun
D. Rp3.150 triliun
E. Rp3.250 triliun

Jawaban: B

Pembahasan:

Pendapatan faktor neto dari luar negeri:

Rp90 triliun – Rp140 triliun = minus Rp50 triliun

Nilainya negatif karena pendapatan warga asing di dalam negeri lebih besar daripada pendapatan warga negara di luar negeri.

GNP:

Rp3.200 triliun + minus Rp50 triliun = Rp3.150 triliun

NNP:

Rp3.150 triliun – Rp200 triliun = Rp2.950 triliun

Jadi, jawabannya adalah Rp2.950 triliun.

Kesalahan yang sering terjadi adalah menjumlahkan pendapatan WNI dan WNA. Pendapatan WNA di dalam negeri justru harus dikurangkan ketika mengubah GDP menjadi GNP.


Soal 7: Instrumen Kebijakan Moneter Kontraktif

Inflasi meningkat karena permintaan agregat tumbuh lebih cepat daripada kapasitas produksi. Kombinasi kebijakan bank sentral yang paling tepat untuk menekan keadaan tersebut adalah….

A. Menurunkan suku bunga dan membeli surat berharga
B. Menurunkan giro wajib minimum dan menurunkan suku bunga
C. Menaikkan suku bunga dan menjual surat berharga
D. Membeli surat berharga dan menurunkan pajak
E. Menambah belanja pemerintah dan menurunkan suku bunga

Jawaban: C

Pembahasan:

Kebijakan moneter kontraktif bertujuan mengurangi jumlah uang beredar dan menekan permintaan agregat.

Instrumennya antara lain:

  • Menaikkan suku bunga.
  • Menjual surat berharga dalam operasi pasar terbuka.
  • Menaikkan giro wajib minimum.
  • Memperketat pemberian kredit.

Kenaikan suku bunga membuat pinjaman menjadi lebih mahal. Konsumsi dan investasi yang menggunakan kredit cenderung menurun. Sementara itu, penjualan surat berharga menyerap uang dari masyarakat atau perbankan.

Pilihan D dan E mencampurkan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. Pajak dan belanja pemerintah merupakan instrumen pemerintah, bukan instrumen utama bank sentral.


Soal 8: Kebijakan Moneter dan Inflasi Dorongan Biaya

Inflasi terjadi setelah gagal panen dan gangguan distribusi menyebabkan harga bahan pangan meningkat. Bank sentral menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Analisis yang paling tepat adalah….

A. Kebijakan tersebut langsung menambah produksi pangan
B. Kebijakan tersebut menghilangkan gangguan distribusi dalam waktu singkat
C. Kebijakan tersebut dapat menekan permintaan agregat, tetapi tidak langsung menyelesaikan penyebab inflasi dari sisi penawaran
D. Kebijakan tersebut meningkatkan jumlah uang beredar sehingga harga turun
E. Kebijakan tersebut pasti menurunkan seluruh harga tanpa menimbulkan dampak lain

Jawaban: C

Pembahasan:

Kasus tersebut merupakan inflasi dorongan biaya atau cost-push inflation. Penyebab utamanya berada pada sisi penawaran, yaitu produksi pangan yang berkurang dan distribusi yang terganggu.

Kenaikan suku bunga dapat:

  • Mengurangi permintaan kredit.
  • Menekan konsumsi dan investasi.
  • Mengurangi tekanan permintaan agregat.
  • Membantu menjaga ekspektasi inflasi.

Namun, suku bunga yang lebih tinggi tidak secara langsung memperbaiki hasil panen atau membuka jalur distribusi. Penanganan dari sisi penawaran tetap diperlukan, misalnya melalui perbaikan distribusi, penguatan persediaan pangan, atau peningkatan pasokan.

Soal ini menuntut peserta memahami bahwa tidak semua inflasi memiliki penyebab dan penyelesaian yang sama.


Soal 9: Syarat Laba Maksimum

Dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan memperoleh laba maksimum ketika….

A. Penerimaan total sama dengan nol
B. Harga selalu lebih kecil daripada biaya marginal
C. Penerimaan marginal sama dengan biaya marginal dan biaya marginal sedang meningkat
D. Biaya tetap sama dengan biaya variabel
E. Penerimaan rata-rata lebih kecil daripada biaya marginal pada seluruh tingkat produksi

Jawaban: C

Pembahasan:

Syarat utama laba maksimum adalah:

MR = MC

MR adalah tambahan penerimaan akibat menjual satu unit tambahan. MC adalah tambahan biaya akibat memproduksi satu unit tambahan.

Perusahaan sebaiknya menambah produksi selama MR lebih besar daripada MC karena tambahan penerimaan masih lebih besar daripada tambahan biaya.

Perusahaan harus berhenti menambah produksi ketika MR sama dengan MC dan kurva MC sedang meningkat. Apabila produksi diteruskan sampai MC lebih besar daripada MR, unit tambahan justru mengurangi laba.

Dalam pasar persaingan sempurna:

P = AR = MR

Oleh karena itu, kondisi laba maksimum juga dapat ditulis:

P = MC


Soal 10: Menentukan Jumlah Produksi Optimal

Sebuah perusahaan dalam pasar persaingan sempurna menjual produknya dengan harga Rp70.000 per unit. Data biaya marginalnya adalah sebagai berikut:

Jumlah ProduksiBiaya Marginal
1 unitRp20.000
2 unitRp30.000
3 unitRp40.000
4 unitRp50.000
5 unitRp60.000
6 unitRp70.000
7 unitRp80.000

Jumlah produksi yang memenuhi syarat laba maksimum adalah….

A. 3 unit
B. 4 unit
C. 5 unit
D. 6 unit
E. 7 unit

Jawaban: D

Pembahasan:

Pada pasar persaingan sempurna:

MR = harga = Rp70.000

Perusahaan mencapai tingkat produksi optimal ketika:

MR = MC

Berdasarkan tabel, biaya marginal sama dengan Rp70.000 ketika perusahaan memproduksi unit keenam.

Unit ketujuh tidak perlu diproduksi karena biaya marginalnya Rp80.000, sedangkan tambahan penerimaannya hanya Rp70.000. Memproduksi unit ketujuh akan mengurangi laba sebesar Rp10.000.

Jadi, produksi optimal adalah 6 unit.


Soal 11: Pembelian Aktiva Tetap dengan Uang Muka

Perusahaan membeli kendaraan operasional seharga Rp100.000.000. Perusahaan membayar uang muka tunai Rp30.000.000, sedangkan sisanya dibayar secara kredit. Pengaruh transaksi terhadap persamaan dasar akuntansi adalah….

A. Aset bertambah Rp100.000.000 dan ekuitas bertambah Rp100.000.000
B. Aset bersih bertambah Rp70.000.000 dan liabilitas bertambah Rp70.000.000
C. Aset berkurang Rp30.000.000 dan liabilitas bertambah Rp100.000.000
D. Liabilitas berkurang Rp70.000.000 dan ekuitas bertambah Rp30.000.000
E. Aset bersih tidak berubah dan ekuitas berkurang Rp70.000.000

Jawaban: B

Pembahasan:

Perubahan komponen aset terdiri atas:

  • Kendaraan bertambah Rp100.000.000.
  • Kas berkurang Rp30.000.000.

Perubahan aset bersih:

Rp100.000.000 – Rp30.000.000 = Rp70.000.000

Sisa harga kendaraan menjadi utang:

Rp100.000.000 – Rp30.000.000 = Rp70.000.000

Dengan demikian:

  • Aset bersih bertambah Rp70.000.000.
  • Liabilitas bertambah Rp70.000.000.
  • Ekuitas tidak berubah.

Persamaan akuntansi tetap seimbang.


Soal 12: Posisi Persamaan Akuntansi Setelah Transaksi

Sebelum transaksi, perusahaan memiliki aset Rp500.000.000, liabilitas Rp200.000.000, dan ekuitas Rp300.000.000. Perusahaan membeli mesin seharga Rp120.000.000 dengan uang muka Rp40.000.000 dan sisanya secara kredit.

Posisi persamaan akuntansi setelah transaksi adalah….

A. Aset Rp580.000.000, liabilitas Rp280.000.000, dan ekuitas Rp300.000.000
B. Aset Rp620.000.000, liabilitas Rp320.000.000, dan ekuitas Rp300.000.000
C. Aset Rp580.000.000, liabilitas Rp200.000.000, dan ekuitas Rp380.000.000
D. Aset Rp540.000.000, liabilitas Rp240.000.000, dan ekuitas Rp300.000.000
E. Aset Rp620.000.000, liabilitas Rp280.000.000, dan ekuitas Rp340.000.000

Jawaban: A

Pembahasan:

Mesin bertambah Rp120.000.000, sedangkan kas berkurang Rp40.000.000.

Kenaikan aset bersih:

Rp120.000.000 – Rp40.000.000 = Rp80.000.000

Aset setelah transaksi:

Rp500.000.000 + Rp80.000.000 = Rp580.000.000

Utang atas pembelian mesin:

Rp120.000.000 – Rp40.000.000 = Rp80.000.000

Liabilitas setelah transaksi:

Rp200.000.000 + Rp80.000.000 = Rp280.000.000

Ekuitas tetap Rp300.000.000.

Pemeriksaan:

Rp580.000.000 = Rp280.000.000 + Rp300.000.000

Persamaan tetap seimbang.


Soal 13: Kurva Lorenz dan Ketimpangan

Kurva Lorenz Negara A semakin jauh dari garis pemerataan sempurna. Pada saat yang sama, Rasio Gini meningkat dari 0,31 menjadi 0,47. Kesimpulan yang tepat adalah….

A. Distribusi pendapatan semakin merata
B. Ketimpangan pendapatan meningkat
C. Seluruh penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang sama
D. Kemiskinan pasti sudah hilang
E. Pendapatan nasional pasti menurun

Jawaban: B

Pembahasan:

Garis pemerataan sempurna menggambarkan kondisi ketika setiap persentase penduduk menerima persentase pendapatan yang sama.

Semakin jauh Kurva Lorenz dari garis pemerataan sempurna, semakin tidak merata distribusi pendapatan. Rasio Gini juga bergerak dari nilai mendekati 0 menuju nilai yang lebih besar.

Interpretasi sederhananya:

  • Rasio Gini mendekati 0 menunjukkan distribusi lebih merata.
  • Rasio Gini semakin tinggi menunjukkan ketimpangan semakin besar.

Kenaikan dari 0,31 menjadi 0,47 menunjukkan ketimpangan pendapatan meningkat.

Namun, Rasio Gini tidak secara langsung menunjukkan apakah pendapatan nasional naik atau turun. Rasio tersebut juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kemiskinan bertambah atau berkurang tanpa data tambahan.


Soal 14: Keunggulan Komparatif

Dalam satu hari, Negara A dapat memproduksi 12 ton beras atau 6 meter kain. Negara B dapat memproduksi 8 ton beras atau 8 meter kain.

Berdasarkan teori keunggulan komparatif David Ricardo, pola spesialisasi yang tepat adalah….

A. Negara A memproduksi beras dan Negara B memproduksi kain
B. Negara A memproduksi kain dan Negara B memproduksi beras
C. Kedua negara hanya memproduksi beras
D. Kedua negara hanya memproduksi kain
E. Tidak ada keuntungan dari perdagangan

Jawaban: A

Pembahasan:

Biaya peluang harus dihitung untuk menentukan keunggulan komparatif.

Negara A:

  • Biaya peluang 1 ton beras = 6 / 12 = 0,5 meter kain.
  • Biaya peluang 1 meter kain = 12 / 6 = 2 ton beras.

Negara B:

  • Biaya peluang 1 ton beras = 8 / 8 = 1 meter kain.
  • Biaya peluang 1 meter kain = 8 / 8 = 1 ton beras.

Untuk beras, biaya peluang Negara A lebih rendah, yaitu 0,5 meter kain dibandingkan 1 meter kain di Negara B. Negara A memiliki keunggulan komparatif dalam beras.

Untuk kain, biaya peluang Negara B lebih rendah, yaitu 1 ton beras dibandingkan 2 ton beras di Negara A. Negara B memiliki keunggulan komparatif dalam kain.

Jadi, Negara A sebaiknya berspesialisasi pada beras dan Negara B pada kain.


Soal 15: Jurnal Penyesuaian Perlengkapan

Saldo akun Perlengkapan sebelum penyesuaian adalah Rp9.000.000. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan perlengkapan yang masih tersisa pada akhir periode sebesar Rp2.500.000.

Jurnal penyesuaian yang benar adalah….

A. Debit Perlengkapan Rp6.500.000 dan kredit Beban Perlengkapan Rp6.500.000
B. Debit Beban Perlengkapan Rp6.500.000 dan kredit Perlengkapan Rp6.500.000
C. Debit Kas Rp2.500.000 dan kredit Perlengkapan Rp2.500.000
D. Debit Beban Perlengkapan Rp9.000.000 dan kredit Kas Rp9.000.000
E. Debit Perlengkapan Rp2.500.000 dan kredit Utang Rp2.500.000

Jawaban: B

Pembahasan:

Perlengkapan yang telah digunakan:

Saldo sebelum penyesuaian – perlengkapan tersisa

Rp9.000.000 – Rp2.500.000 = Rp6.500.000

Perlengkapan terpakai harus diakui sebagai beban. Karena akun perlengkapan merupakan aset, pengurangan aset dicatat di sisi kredit.

Jurnal penyesuaiannya:

Debit Beban Perlengkapan Rp6.500.000

Kredit Perlengkapan Rp6.500.000

Setelah penyesuaian, saldo akun Perlengkapan menjadi Rp2.500.000 sesuai hasil pemeriksaan fisik.


B. Prediksi Soal Uraian TKA Ekonomi SMA 2026

Soal 16: Menghitung Laba Maksimum

Sebuah perusahaan dalam pasar persaingan sempurna menjual produknya dengan harga Rp80.000 per unit. Fungsi biaya totalnya adalah:

TC = 100.000 + 20.000Q + 5.000Q kuadrat

Biaya marginalnya adalah:

MC = 20.000 + 10.000Q

Tentukan:

  1. Jumlah produksi yang menghasilkan laba maksimum.
  2. Penerimaan total.
  3. Biaya total.
  4. Besarnya laba maksimum.

Jawaban dan pembahasan:

Dalam pasar persaingan sempurna:

MR = harga

Karena harga produk Rp80.000:

MR = Rp80.000

Syarat laba maksimum:

MR = MC

80.000 = 20.000 + 10.000Q

60.000 = 10.000Q

Q = 6 unit

Penerimaan total:

TR = P x Q

TR = Rp80.000 x 6

TR = Rp480.000

Biaya total:

TC = 100.000 + 20.000(6) + 5.000(6 kuadrat)

TC = 100.000 + 120.000 + 5.000(36)

TC = 100.000 + 120.000 + 180.000

TC = Rp400.000

Laba:

Laba = TR – TC

Laba = Rp480.000 – Rp400.000

Laba = Rp80.000

Kesimpulan:

  • Produksi optimal adalah 6 unit.
  • Penerimaan total sebesar Rp480.000.
  • Biaya total sebesar Rp400.000.
  • Laba maksimum sebesar Rp80.000.

Soal ini memiliki bobot penalaran tinggi karena peserta harus menghubungkan struktur pasar, penerimaan marginal, biaya marginal, penerimaan total, dan biaya total.


Soal 17: Membandingkan Kurva Lorenz

Distribusi pendapatan berdasarkan kelompok penduduk di dua negara adalah sebagai berikut:

Kelompok PendudukBagian Pendapatan Negara XBagian Pendapatan Negara Y
20 persen termiskin5 persen10 persen
20 persen kedua10 persen15 persen
20 persen ketiga15 persen20 persen
20 persen keempat25 persen25 persen
20 persen terkaya45 persen30 persen

Negara manakah yang memiliki distribusi pendapatan lebih merata? Jelaskan hubungannya dengan Kurva Lorenz dan Rasio Gini.

Jawaban dan pembahasan:

Negara Y memiliki distribusi pendapatan yang lebih merata.

Pada Negara X, kelompok 20 persen penduduk terkaya menerima 45 persen dari seluruh pendapatan. Sementara itu, kelompok 20 persen termiskin hanya menerima 5 persen.

Pada Negara Y, kelompok terkaya menerima 30 persen pendapatan, sedangkan kelompok termiskin menerima 10 persen. Jarak antara kelompok kaya dan miskin lebih kecil dibandingkan Negara X.

Jika dibuat dalam bentuk Kurva Lorenz:

  • Kurva Lorenz Negara Y akan lebih dekat dengan garis pemerataan sempurna.
  • Kurva Lorenz Negara X akan lebih melengkung menjauhi garis pemerataan sempurna.

Akibatnya:

  • Rasio Gini Negara Y diperkirakan lebih rendah.
  • Rasio Gini Negara X diperkirakan lebih tinggi.

Kesimpulan tersebut tidak berarti seluruh penduduk Negara Y memiliki pendapatan yang sama. Artinya, pembagian pendapatan di Negara Y relatif lebih merata dibandingkan Negara X.


Soal 18: Keunggulan Komparatif dan Dasar Pertukaran

Dalam satu hari:

  • Negara M dapat menghasilkan 10 unit kopi atau 5 unit tekstil.
  • Negara N dapat menghasilkan 6 unit kopi atau 6 unit tekstil.

Tentukan:

  1. Biaya peluang masing-masing barang di setiap negara.
  2. Keunggulan komparatif setiap negara.
  3. Apakah pertukaran 3 unit tekstil dengan 4,5 unit kopi menguntungkan kedua negara?

Jawaban dan pembahasan:

Biaya peluang Negara M

Jika Negara M mengorbankan 10 kopi untuk memperoleh 5 tekstil:

Biaya peluang 1 tekstil:

10 / 5 = 2 unit kopi

Biaya peluang 1 kopi:

5 / 10 = 0,5 unit tekstil

Biaya peluang Negara N

Jika Negara N mengorbankan 6 kopi untuk memperoleh 6 tekstil:

Biaya peluang 1 tekstil:

6 / 6 = 1 unit kopi

Biaya peluang 1 kopi:

6 / 6 = 1 unit tekstil

Keunggulan komparatif

Untuk kopi:

  • Negara M mengorbankan 0,5 tekstil.
  • Negara N mengorbankan 1 tekstil.

Negara M memiliki keunggulan komparatif dalam kopi.

Untuk tekstil:

  • Negara M mengorbankan 2 kopi.
  • Negara N mengorbankan 1 kopi.

Negara N memiliki keunggulan komparatif dalam tekstil.

Analisis pertukaran

Dasar pertukaran yang menguntungkan kedua negara untuk 1 tekstil harus berada di antara:

1 kopi dan 2 kopi

Dalam pertukaran yang ditawarkan:

3 tekstil ditukar dengan 4,5 kopi

Artinya:

1 tekstil = 1,5 kopi

Nilai 1,5 berada di antara 1 dan 2. Oleh karena itu, pertukaran tersebut menguntungkan kedua negara.

Bagi Negara M, memperoleh 3 tekstil melalui produksi sendiri membutuhkan pengorbanan 6 kopi. Melalui perdagangan, Negara M hanya menyerahkan 4,5 kopi.

Bagi Negara N, memproduksi 3 tekstil hanya mengorbankan 3 kopi. Melalui perdagangan, Negara N menerima 4,5 kopi.

Kesimpulannya, Negara M sebaiknya mengekspor kopi dan Negara N mengekspor tekstil.


Soal 19: Jurnal Penyesuaian dan Dampaknya

Pada 31 Desember 2026, akun Perlengkapan menunjukkan saldo Rp12.000.000. Setelah dilakukan pemeriksaan, perlengkapan yang masih tersedia hanya Rp3.500.000.

Buatlah jurnal penyesuaian dan jelaskan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.

Jawaban dan pembahasan:

Perlengkapan yang telah digunakan:

Rp12.000.000 – Rp3.500.000 = Rp8.500.000

Jurnal penyesuaian:

Debit Beban Perlengkapan Rp8.500.000

Kredit Perlengkapan Rp8.500.000

Dampak terhadap laporan keuangan:

  1. Beban perlengkapan bertambah Rp8.500.000.
  2. Aset berupa perlengkapan berkurang Rp8.500.000.
  3. Laba bersih berkurang Rp8.500.000 karena beban bertambah.
  4. Ekuitas akhir ikut berkurang melalui penurunan laba.
  5. Saldo perlengkapan setelah penyesuaian menjadi Rp3.500.000.

Jika jurnal penyesuaian tidak dibuat, aset dan laba perusahaan akan dilaporkan terlalu tinggi sebesar Rp8.500.000.


Soal 20: Fungsi Konsumsi dan Tabungan

Diketahui fungsi konsumsi masyarakat:

C = 250 + 0,8Y

Jika pendapatan nasional sebesar Rp2.500 miliar, hitung:

  1. Besarnya konsumsi.
  2. Besarnya tabungan.
  3. Nilai Marginal Propensity to Save atau MPS.
  4. Nilai Average Propensity to Save atau APS.

Jawaban dan pembahasan:

Diketahui:

Y = Rp2.500 miliar

Fungsi konsumsi:

C = 250 + 0,8Y

Konsumsi:

C = 250 + 0,8(2.500)

C = 250 + 2.000

C = Rp2.250 miliar

Tabungan:

S = Y – C

S = Rp2.500 miliar – Rp2.250 miliar

S = Rp250 miliar

MPS:

MPS = 1 – MPC

MPC pada fungsi konsumsi adalah 0,8.

MPS = 1 – 0,8

MPS = 0,2

APS:

APS = S / Y

APS = 250 / 2.500

APS = 0,1 atau 10 persen

Kesimpulan:

  • Konsumsi sebesar Rp2.250 miliar.
  • Tabungan sebesar Rp250 miliar.
  • MPS sebesar 0,2.
  • APS sebesar 0,1 atau 10 persen.

MPS menunjukkan bahwa setiap tambahan pendapatan Rp1 akan menambah tabungan sebesar Rp0,20. APS menunjukkan bahwa pada tingkat pendapatan tersebut, 10 persen pendapatan masyarakat ditabung.


Rekomendasi Unggulan untuk Belajar TKA Ekonomi SMA 2026

1. Pusmendik: Sumber Resmi yang Wajib Menjadi Acuan Utama

Rekomendasi pertama dan paling penting adalah Pusat Asesmen Pendidikan atau Pusmendik. Gunakan laman resmi TKA Pusmendik yang berada pada domain pemerintah.

Pusmendik harus ditempatkan sebagai acuan utama karena menyediakan:

  • Definisi dan tujuan TKA Ekonomi.
  • Ruang lingkup materi yang diuji.
  • Matriks kompetensi.
  • Pembagian level kognitif.
  • Contoh soal resmi.
  • Penjelasan bentuk soal.
  • Gambaran hubungan materi dengan permasalahan ekonomi nyata.

Kelebihan terbesar Pusmendik adalah otoritas informasinya. Jika terdapat perbedaan antara materi dari blog, media sosial, bimbingan belajar, dan dokumen Pusmendik, jadikan informasi resmi Pusmendik sebagai rujukan pertama.

Contoh soal pada laman resminya juga memperlihatkan bahwa TKA Ekonomi tidak hanya menanyakan definisi. Peserta dapat diminta membaca data, menganalisis kasus, menentukan kebijakan, atau memilih lebih dari satu pernyataan yang benar.

Cara memaksimalkan Pusmendik:

  1. Baca definisi dan muatan TKA Ekonomi.
  2. Catat setiap materi dalam matriks asesmen.
  3. Pelajari contoh soal tanpa melihat kunci.
  4. Identifikasi alasan setiap opsi benar atau salah.
  5. Gunakan sumber latihan lain untuk memperbanyak variasi soal.

Dengan strategi tersebut, Pusmendik berfungsi sebagai peta utama agar waktu belajar tidak dihabiskan untuk materi yang kurang relevan.

2. UTBK.or.id: Unggul untuk Memperbanyak Variasi Latihan

UTBK.or.id dapat digunakan setelah peserta memahami kerangka resmi. Situs ini menyediakan pembahasan materi dan kumpulan latihan TKA Ekonomi 2026 dalam jumlah yang lebih banyak.

Kelebihannya meliputi:

  • Materi latihan dikelompokkan berdasarkan topik ekonomi.
  • Tersedia pembahasan konsep dasar, mekanisme pasar, ekonomi makro, ekonomi internasional, dan akuntansi.
  • Cocok untuk membangun kebiasaan membaca data ekonomi secara teliti.
  • Membantu peserta menemukan variasi soal yang tidak semuanya tersedia pada contoh resmi.
  • Dapat digunakan untuk latihan mandiri dan evaluasi kelemahan per topik.

UTBK.or.id paling efektif digunakan sebagai bank latihan. Setelah mempelajari konsep dari buku atau sumber resmi, kerjakan soal tanpa melihat jawaban. Tandai soal yang salah, kemudian kelompokkan kesalahannya menjadi:

  • Salah memahami konsep.
  • Salah memilih rumus.
  • Salah memasukkan data.
  • Salah menghitung.
  • Salah menarik kesimpulan.
  • Kehabisan waktu.

Pengelompokan tersebut jauh lebih bermanfaat daripada sekadar menghitung jumlah jawaban benar.

3. Fungsional.id: Unggul untuk Pembahasan dan Simulasi

Rekomendasi unggulan berikutnya adalah Fungsional.id. Halamannya membahas kisi-kisi, contoh soal, pembahasan, dan informasi latihan berbentuk simulasi.

Kelebihan yang dapat dimanfaatkan antara lain:

  • Menyediakan latihan berbasis stimulus dan kasus.
  • Membahas materi ekonomi secara lebih luas.
  • Memuat variasi soal perhitungan dan analisis.
  • Menyediakan latihan yang dapat melengkapi contoh resmi.
  • Membantu peserta membiasakan diri dengan pengerjaan berbasis komputer.
  • Cocok digunakan untuk tryout setelah belajar per topik.

Nilai tambah Fungsional.id berada pada kombinasi materi, latihan, dan simulasi. Peserta tidak hanya mengetahui jawabannya, tetapi juga dapat melatih ritme pengerjaan.

Gunakan hasil simulasi untuk menyusun prioritas belajar. Jika banyak kesalahan terjadi pada elastisitas, misalnya, ulangi konsep persentase perubahan, hubungan harga dengan penerimaan total, dan interpretasi nilai Ed. Jika kesalahan dominan terjadi pada akuntansi, perkuat aturan debit-kredit serta pengaruh transaksi terhadap aset, liabilitas, dan ekuitas.

Urutan Pemakaian Tiga Rekomendasi Utama

Agar hasil belajar lebih terarah, gunakan urutan berikut:

  1. Pusmendik untuk memahami kerangka, kompetensi, dan bentuk soal resmi.
  2. UTBK.or.id untuk memperbanyak variasi latihan per materi.
  3. Fungsional.id untuk pembahasan lanjutan dan simulasi pengerjaan.

Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Pusmendik memberikan arah, UTBK.or.id menambah volume latihan, dan Fungsional.id membantu penerapan serta evaluasi.

Rekomendasi Pelengkap

4. Skolla

Skolla dapat digunakan sebagai pelengkap untuk peserta yang membutuhkan proses belajar lebih terstruktur. Platform ini menawarkan video dan modul belajar, latihan soal, tryout, serta kelas langsung pada paket tertentu.

Kelebihan Skolla adalah variasi metode belajarnya. Peserta yang kesulitan memahami materi hanya melalui teks dapat mengulang konsep lewat video atau mengikuti pembelajaran interaktif.

Sebelum memilih program berbayar, periksa kembali kesesuaian paket, ketersediaan materi Ekonomi, periode akses, fasilitas konsultasi, dan cakupan latihan TKA terbaru.

5. Quipper

Quipper cocok digunakan untuk memperkuat konsep dasar melalui video, rangkuman, dan latihan soal. Platform tersebut memiliki materi Ekonomi jenjang SMA, termasuk topik mekanisme pasar, perdagangan internasional, pendapatan nasional, dan fungsi ekonomi.

Kelebihan Quipper adalah penyajian materi secara bertahap. Siswa dapat mempelajari konsep melalui video, membaca rangkuman, kemudian mengerjakan latihan.

Quipper sebaiknya dipakai untuk memperbaiki pemahaman materi yang masih lemah. Untuk memastikan kesesuaian dengan TKA 2026, tetap bandingkan topik yang dipelajari dengan kerangka resmi Pusmendik.

Strategi Belajar Menghadapi TKA Ekonomi SMA 2026

1. Kuasai hubungan antarvariabel

Jangan hanya menghafal rumus. Pahami arah hubungannya, misalnya:

  • Harga naik menyebabkan jumlah yang diminta cenderung turun.
  • Pajak meningkatkan biaya dan dapat menurunkan kuantitas keseimbangan.
  • Suku bunga naik dapat menekan konsumsi dan investasi.
  • Kurva Lorenz semakin jauh dari garis pemerataan berarti ketimpangan meningkat.
  • Perlengkapan terpakai meningkatkan beban dan mengurangi aset.

2. Tulis informasi yang diketahui

Untuk soal hitungan, pisahkan:

  • Data yang diketahui.
  • Hal yang ditanyakan.
  • Rumus yang digunakan.
  • Proses substitusi.
  • Kesimpulan beserta satuannya.

Cara ini mengurangi risiko memasukkan angka ke rumus yang salah.

3. Bedakan perubahan kurva dan pergerakan sepanjang kurva

Perubahan harga barang itu sendiri menyebabkan pergerakan sepanjang kurva permintaan atau penawaran.

Sementara itu, perubahan pendapatan, selera, jumlah penduduk, teknologi, biaya produksi, atau harga barang terkait dapat menggeser kurva.

4. Perhatikan kata kunci kebijakan ekonomi

Beberapa kata kunci penting:

  • Menjual surat berharga berarti kontraktif.
  • Membeli surat berharga berarti ekspansif.
  • Menaikkan suku bunga berarti kontraktif.
  • Menurunkan suku bunga berarti ekspansif.
  • Menambah belanja pemerintah termasuk kebijakan fiskal ekspansif.
  • Menaikkan pajak dapat menjadi kebijakan fiskal kontraktif.

5. Latih soal HOTS berbasis alasan

Setelah menjawab soal, jangan berhenti pada kunci. Jelaskan:

  • Mengapa jawaban tersebut benar?
  • Mengapa pilihan lain salah?
  • Konsep apa yang digunakan?
  • Bagaimana jawaban berubah jika data soal diubah?

Latihan semacam ini membangun kemampuan transfer konsep yang diperlukan ketika bentuk soal berbeda dari contoh yang pernah dipelajari.

Prediksi soal TKA Ekonomi SMA 2026 dalam artikel ini mencakup permintaan dan penawaran, elastisitas, inflasi, pendapatan nasional, kebijakan moneter, laba maksimum, akuntansi, distribusi pendapatan, perdagangan internasional, dan fungsi tabungan.

Prioritas belajar sebaiknya dimulai dari kerangka resmi Pusmendik. Setelah memahami arah ujiannya, gunakan UTBK.or.id dan Fungsional.id untuk memperbanyak latihan dan simulasi. Skolla serta Quipper dapat menjadi pelengkap untuk memperkuat konsep melalui video, modul, kelas, dan latihan tambahan.

Seluruh soal dalam artikel ini merupakan soal prediksi untuk latihan, bukan soal resmi atau bocoran TKA. Jadikan pembahasannya sebagai sarana memahami pola berpikir ekonomi agar kamu mampu menghadapi variasi soal baru dengan lebih percaya diri.

Tags :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest