Mengenalkan akhlak kepada anak tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran formal di dalam kelas atau melalui buku pelajaran. Anak juga dapat belajar tentang sopan santun, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, dan menghargai orang lain melalui pengalaman sehari-hari di lingkungan yang menyenangkan.
Banjarmasin memiliki sejumlah ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut. Mulai dari perpustakaan dengan koleksi buku anak, taman bermain, ruang terbuka hijau, hingga taman edukasi yang menggabungkan kegiatan bermain dengan pembelajaran. Tempat-tempat seperti ini memberikan kesempatan kepada orang tua dan guru untuk membuat proses belajar akhlak menjadi lebih konkret.
Pemilihan tempat dalam artikel ini tidak semata-mata berdasarkan keberadaan fasilitas bermain. Pertimbangan juga mencakup keberadaan fasilitas literasi, kegiatan edukasi anak, akses terhadap buku, ruang interaksi keluarga, serta kesempatan untuk mengenalkan perilaku positif melalui aktivitas langsung.
Beberapa tempat bahkan mempunyai fungsi yang secara khusus mendukung pendidikan karakter. Taman Edukasi Banua Lalu Lintas, misalnya, memang dikembangkan sebagai sumber belajar anak mengenai aturan dan pengetahuan lalu lintas. Penelitian Universitas Lambung Mangkurat juga mencatat fungsi taman tersebut sebagai sumber belajar bagi pendidikan anak usia dini.
Sementara itu, Perpustakaan Umum Siring Tendean dan fasilitas literasi Kota Banjarmasin mempunyai koleksi buku anak yang dapat digunakan orang tua untuk memilih bacaan sesuai usia. Katalog Banjarmasin e-Library bahkan memuat ribuan koleksi kategori buku anak, termasuk buku yang berkaitan dengan sikap baik dan nilai kehidupan.
Berikut lima tempat yang dapat dipertimbangkan untuk kegiatan belajar akhlak bersama anak di Banjarmasin.
1. Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh
Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh berada di kawasan Jalan Jahri Saleh, Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Tempat ini menjadi salah satu ruang publik yang dikembangkan Pemerintah Kota Banjarmasin dengan konsep edukasi dan rekreasi keluarga.
Pada 2026, kawasan ini mendapatkan pengembangan fasilitas dan semakin diarahkan menjadi tempat rekreasi sekaligus pembelajaran bagi masyarakat. Pemerintah Kota Banjarmasin menyebut luas kawasan yang dikembangkan berada pada kisaran 1,6 sampai 1,8 hektare dan konsepnya mencakup keberadaan satwa tertentu serta fasilitas edukasi.
Pada Agustus 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menambah fasilitas berupa kolam air anak. Pemerintah kota menjelaskan bahwa fungsi taman tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana belajar bagi anak dan generasi muda.
Mengapa cocok untuk belajar akhlak?
Kegiatan belajar akhlak di tempat seperti ini dapat dilakukan melalui pengalaman langsung. Anak tidak hanya mendengar penjelasan tentang pentingnya menyayangi makhluk hidup, tetapi dapat diajak mengamati satwa dan lingkungan di sekitarnya.
Orang tua dapat menghubungkan aktivitas tersebut dengan nilai kasih sayang, tanggung jawab, kebersihan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Misalnya, setelah melihat satwa, orang tua dapat menjelaskan bahwa hewan juga merupakan makhluk hidup yang harus diperlakukan dengan baik.
Konsep pembelajaran seperti ini membuat nilai moral tidak terasa seperti nasihat yang terlalu abstrak. Anak dapat melihat contoh nyata dari perilaku yang diharapkan.
Kawasan Jahri Saleh juga pernah dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi seperti literasi, mendongeng, dan pengenalan satwa kepada anak-anak. ANTARA pada 2026 mencatat bahwa aktivitas edukasi tersebut menjadi bagian dari konsep taman sebagai ruang belajar terbuka.
Fasilitas dan biaya
Berdasarkan informasi yang tersedia, kawasan ini memiliki ruang terbuka untuk rekreasi keluarga dan fasilitas yang berkaitan dengan edukasi satwa. Pengembangan fasilitas masih dilakukan secara bertahap sehingga fasilitas yang tersedia dapat berubah mengikuti proses pembenahan.
Untuk biaya, informasi tarif dapat berubah sesuai kebijakan pengelola. Karena itu, orang tua sebaiknya mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung apabila ingin menggunakan wahana tertentu.
Yang paling menarik, kegiatan belajar akhlak di tempat ini tidak harus bergantung pada wahana berbayar. Mengamati lingkungan, membaca bersama, berdiskusi, dan mengajarkan kepedulian terhadap satwa dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana.
Contoh kegiatan belajar akhlak
Orang tua dapat membuat sesi belajar sederhana dengan meminta anak menyebutkan tiga hal yang harus dilakukan ketika berada di taman. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengganggu satwa, dan mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola.
Setelah itu, orang tua dapat meminta anak menjelaskan mengapa aturan tersebut penting. Cara ini melatih anak memahami alasan di balik sebuah aturan, bukan sekadar takut mendapatkan teguran.
2. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan
Tempat berikutnya adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan. Fasilitas ini relevan bagi orang tua yang lebih mengutamakan kegiatan membaca dan pembelajaran berbasis buku.
Lokasi utama yang berkaitan dengan layanan perpustakaan provinsi berada di Jalan A. Yani Kilometer 6,400 Nomor 6, Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.
Dokumen akademik mengenai layanan perpustakaan tersebut juga mencatat bahwa lokasi di Jalan A. Yani Km 6,400 memiliki layanan anak. Salah satu penelitian mengenai tata ruang kid’s library menggunakan lokasi ini sebagai objek penelitian.
Media Center Provinsi Kalimantan Selatan juga pernah memberitakan kunjungan anak-anak TK ke Perpustakaan Anak Dispersip Kalsel. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenalkan suasana perpustakaan sejak dini dan menumbuhkan minat baca.
Apa yang dimaksud dengan perpustakaan anak?
Perpustakaan anak merupakan bagian atau layanan perpustakaan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dan bacaan anak. Koleksinya biasanya dibuat lebih sesuai dengan kemampuan membaca, usia, dan ketertarikan anak.
Dalam konteks pendidikan akhlak, perpustakaan anak dapat menjadi tempat untuk memilih cerita yang mengandung pesan tentang kejujuran, persahabatan, tanggung jawab, kesopanan, keberanian, dan kepedulian.
Namun, orang tua sebaiknya tidak hanya meminta anak membaca buku. Setelah membaca, lakukan percakapan sederhana mengenai tokoh dan masalah yang ada dalam cerita.
Misalnya, jika tokoh dalam buku mengembalikan barang milik orang lain, orang tua dapat bertanya, “Mengapa tokoh tersebut mengembalikannya?” Dari sini anak belajar memahami nilai kejujuran melalui cerita.
Koleksi dan aktivitas literasi
Kegiatan kunjungan anak ke perpustakaan juga dapat menjadi pengalaman sosial. Anak belajar masuk ke ruangan dengan tertib, menjaga suara, merawat buku, mengembalikan buku ke tempatnya, serta menghormati pengunjung lain.
Perilaku sederhana tersebut sebenarnya merupakan bagian dari pendidikan akhlak.
Perpustakaan juga tidak harus dipandang hanya sebagai tempat untuk membaca dalam suasana kaku. Dalam pemberitaan Media Center Kalsel, pengelola perpustakaan menekankan bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat bermain sambil berwisata literasi sehingga anak tidak mudah merasa jenuh.
Cara memanfaatkan perpustakaan untuk belajar akhlak
Orang tua dapat membuat jadwal kunjungan mingguan atau dua mingguan. Setiap kunjungan, anak diminta memilih satu buku cerita.
Setelah selesai membaca, buat diskusi singkat dengan tiga pertanyaan:
- Siapa tokoh utama dalam cerita?
- Perilaku baik apa yang dilakukan tokoh tersebut?
- Apa yang dapat dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari?
Metode sederhana ini dapat membantu anak menghubungkan isi buku dengan kehidupan nyata.
3. Taman Edukasi Banua Lalu Lintas
Taman Edukasi Banua Lalu Lintas berada di Jalan AS Musaffa Nomor 2, Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.
Tempat ini mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan perpustakaan. Fokus utamanya adalah pembelajaran melalui simulasi dan pengalaman langsung, khususnya mengenai lalu lintas dan keselamatan di jalan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjelaskan bahwa Taman Edukasi Banua didirikan untuk memfasilitasi aktivitas bermain anak sekaligus memberikan nilai edukasi. Taman tersebut diresmikan pada Januari 2018 dan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan.
Apa hubungan aturan lalu lintas dengan pendidikan akhlak?
Aturan lalu lintas mungkin terlihat berbeda dengan pendidikan akhlak. Namun, keduanya mempunyai hubungan dalam hal pembentukan kebiasaan tertib.
Anak yang belajar menunggu giliran, berhenti ketika lampu merah, menyeberang pada tempat yang aman, dan mengikuti rambu sedang belajar memahami bahwa kehidupan bersama membutuhkan aturan.
Nilai seperti disiplin, tanggung jawab, menghargai keselamatan orang lain, dan mematuhi kesepakatan bersama dapat ditanamkan melalui aktivitas tersebut.
Polda Kalimantan Selatan pernah menyelenggarakan kegiatan Polisi Sahabat Anak di taman ini. Anak-anak dikenalkan dengan rambu lalu lintas melalui permainan, alat peraga, serta praktik menyeberang dengan aman. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak usia dini.
Fasilitas edukasi
Taman ini memiliki jalur atau track yang dibuat menyerupai jalan raya lengkap dengan rambu-rambu. Dokumentasi InfoPublik juga menyebut adanya track jalan raya mini dan beberapa kendaraan kecil yang dapat digunakan anak-anak. Pada informasi yang diterbitkan pada 2022, pengunjung cukup membayar parkir untuk memasuki taman.
Selain itu, pada 2026 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menempatkan salah satu Spot Baca Digital di Taman Edukasi Banua Lalu Lintas. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari sepuluh titik Spot Baca Digital yang dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Artinya, tempat ini tidak hanya menarik untuk bermain, tetapi juga mempunyai unsur literasi yang dapat dimanfaatkan keluarga.
Aktivitas belajar akhlak yang dapat dilakukan
Orang tua dapat meminta anak mempraktikkan tiga kebiasaan: menunggu giliran, mengikuti rambu, dan membantu orang lain menyeberang jika memungkinkan dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Setelah bermain, orang tua dapat menjelaskan bahwa tertib bukan berarti takut kepada polisi. Tertib berarti menyadari bahwa tindakan seseorang dapat memengaruhi keselamatan orang lain.
Pemahaman seperti ini jauh lebih dekat dengan pendidikan karakter dibandingkan sekadar menghafalkan arti rambu.
4. Perpustakaan Umum Siring Tendean Kota Banjarmasin
Perpustakaan Umum Siring Tendean merupakan salah satu pilihan yang menarik bagi keluarga yang ingin menggabungkan literasi, rekreasi, dan pembelajaran karakter.
Data Pemerintah Kota Banjarmasin mencatat Perpustakaan Umum Kota Banjarmasin di Jalan Kapten Piere Tendean sebagai salah satu perpustakaan umum dengan koleksi yang tercatat dalam data statistik daerah.
Situs resmi Banjarmasin e-Library saat ini mencantumkan Perpustakaan Umum Siring Tendean di Jalan Kapten Piere Tendean Nomor 9, Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Sumber yang sama juga menyediakan kategori Koleksi Buku Anak.
Perlu dicatat bahwa data yang diberikan sebelumnya mencantumkan Nomor 5, sedangkan informasi layanan terbaru pada situs e-Library mencantumkan Nomor 9. Karena itu, pengunjung sebaiknya menggunakan informasi terbaru dari pengelola sebelum berangkat.
Mengapa perpustakaan cocok untuk belajar akhlak?
Buku cerita anak dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan nilai moral. Anak dapat melihat bagaimana sebuah tokoh menghadapi masalah, mengambil keputusan, meminta maaf, membantu orang lain, atau menghadapi konsekuensi dari perilakunya.
Katalog Banjarmasin e-Library menunjukkan adanya koleksi yang secara langsung berkaitan dengan sikap dan perilaku. Salah satunya adalah buku “Seri Nona Sikap Baik di Tempat Umum”. Ketersediaan koleksi seperti ini memperlihatkan bahwa bahan bacaan bertema perilaku dapat ditemukan dalam katalog perpustakaan.
Ada pula berbagai koleksi lain dalam kategori buku anak yang dapat dipilih sesuai kebutuhan keluarga.
Belajar akhlak melalui kegiatan membaca
Orang tua dapat mengajak anak membaca satu cerita kemudian membuat kegiatan “satu cerita satu akhlak”.
Contohnya, apabila cerita membahas anak yang membantu temannya, orang tua dapat mengajak anak membahas arti tolong-menolong. Jika ceritanya mengenai anak yang berbohong, orang tua dapat membicarakan mengapa kejujuran penting.
Kegiatan ini tidak membutuhkan metode yang rumit. Yang paling penting adalah orang tua mengajak anak berdialog, bukan sekadar menyuruhnya membaca.
Kombinasi dengan ruang publik
Keunggulan Perpustakaan Umum Siring Tendean juga terletak pada konteks lokasinya. Perpustakaan berada di kawasan Siring sehingga kunjungan dapat dikombinasikan dengan kegiatan keluarga di ruang publik.
Konsep seperti ini membantu mengurangi kesan bahwa belajar harus selalu dilakukan di ruang kelas.
Anak dapat membaca, berdiskusi, kemudian mengamati lingkungan sekitar. Pada saat yang sama, orang tua dapat mengajarkan etika berada di tempat umum, seperti menjaga suara, membuang sampah pada tempatnya, menghargai orang lain, dan tidak mengganggu aktivitas pengunjung lain.
5. Taman Kamboja
Taman Kamboja berada di Jalan H. Anang Adenansi, kawasan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.
Dibandingkan empat tempat sebelumnya, Taman Kamboja mempunyai keunggulan karena menggabungkan ruang terbuka hijau, fasilitas bermain, olahraga, dan literasi dalam satu kawasan.
Data Pemerintah Kota Banjarmasin mencatat keberadaan Taman Kamboja sebagai salah satu ruang publik di Banjarmasin Tengah. Data tersebut juga mencatat beberapa bagian kawasan seperti taman bermain, area sekitar air mancur menari, serta area di sekitar taman baca.
Taman Kamboja sebagai ruang bermain ramah anak
Status ramah anak di kawasan ini bukan sekadar istilah promosi. Pada Desember 2023, Taman Kamboja menjalani proses audit lapangan standarisasi Ruang Bermain Ramah Anak oleh tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Hasil evaluasi lapangan tersebut menghasilkan nilai 557 dan Taman Kamboja ditetapkan sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).
Pemerintah Kota Banjarmasin juga menjelaskan bahwa kawasan RTH Kamboja dikembangkan sebagai ruang publik yang nyaman bagi anak dan keluarga. Pada 2024, kawasan ini menjadi lokasi Sekretariat Forum Anak dan Pusat Informasi Sahabat Anak.
Taman baca dan kegiatan literasi
Taman Kamboja juga memiliki sejarah sebagai lokasi fasilitas literasi. Pada 2020, Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Taman Baca Perpustakaan Ruang Terbuka Hijau Kamboja. Tujuannya antara lain meningkatkan dan membangkitkan minat baca masyarakat.
Situs resmi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Banjarmasin juga masih mencantumkan Taman Baca RTH Kamboja dalam informasi layanan dan kegiatan perpustakaan.
Fungsi ruang terbuka di Taman Kamboja juga cukup beragam. Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin mencatat keberadaan permainan anak, jogging track, tempat duduk, area terbuka, fasilitas perpustakaan, dan air mancur menari.
Mengapa cocok untuk belajar akhlak?
Taman Kamboja sangat cocok untuk pembelajaran akhlak yang berbasis aktivitas sosial.
Ketika anak bermain dengan anak lain, terdapat banyak kesempatan untuk belajar berbagi, menunggu giliran, menyelesaikan konflik, berbicara sopan, serta menghargai ruang orang lain.
Orang tua dapat mengamati perilaku anak ketika bermain. Jika terjadi perselisihan kecil, orang tua tidak selalu harus langsung menyelesaikannya. Anak dapat dibimbing untuk menyampaikan pendapat, meminta maaf, mendengarkan orang lain, dan mencari solusi.
Inilah salah satu bentuk pembelajaran akhlak yang sulit diperoleh hanya melalui hafalan.
Aktivitas yang bisa dilakukan keluarga
Keluarga dapat membuat kegiatan sederhana seperti membaca buku selama 20 sampai 30 menit, bermain bersama, kemudian membersihkan area yang digunakan.
Kegiatan tersebut dapat dijadikan latihan tanggung jawab. Anak belajar bahwa menggunakan fasilitas umum juga berarti memiliki kewajiban untuk merawatnya.
Taman Kamboja juga pernah menjadi lokasi kegiatan literasi berskala kota. Pemerintah Kota Banjarmasin menyelenggarakan Banjarmasin Book Fair di kawasan Taman Kamboja untuk meningkatkan minat baca dan memperkenalkan berbagai jenis buku kepada masyarakat, terutama pelajar.
Pada 2025, kawasan yang sama kembali dimanfaatkan untuk Bamara Book Fair dengan konsep ramah keluarga. Pemerintah Kota Banjarmasin menyebut Taman Kamboja cocok karena anak dapat bermain sementara orang tua membaca, atau sebaliknya.
Cara Memilih Tempat Belajar Akhlak yang Tepat untuk Anak
Lima tempat tersebut mempunyai karakter yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak harus memilih berdasarkan tempat yang paling ramai atau fasilitas yang paling banyak.
Pertama, perhatikan usia anak. Anak usia PAUD mungkin lebih menikmati taman satwa dan taman bermain, sedangkan anak usia sekolah dasar dapat mulai diarahkan untuk memilih buku dan berdiskusi mengenai isi cerita.
Kedua, tentukan tujuan pembelajaran. Jika ingin menanamkan kecintaan terhadap buku, perpustakaan menjadi pilihan yang lebih sesuai. Jika ingin melatih kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, Taman Edukasi Banua Lalu Lintas lebih relevan.
Ketiga, pertimbangkan durasi kunjungan. Anak tidak harus berada di lokasi selama berjam-jam. Kunjungan singkat tetapi disertai percakapan yang berkualitas dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna.
Keempat, sesuaikan aktivitas dengan kondisi anak. Jangan memaksakan sesi membaca ketika anak sedang ingin bergerak. Kegiatan bermain pun dapat menjadi sarana belajar akhlak selama orang tua mengarahkan pengalaman tersebut.
Kelima, perhatikan fasilitas yang sedang tersedia. Ruang publik dapat mengalami perubahan fasilitas, jadwal layanan, atau kegiatan, sehingga informasi jam operasional dan wahana tertentu sebaiknya dikonfirmasi sebelum kunjungan.
Contoh Aktivitas Belajar Akhlak di Ruang Publik
Belajar akhlak tidak harus berupa ceramah panjang. Justru anak biasanya lebih mudah memahami nilai moral melalui aktivitas sederhana.
Membaca dan bercerita
Pilih satu buku yang mempunyai cerita mengenai kejujuran, persahabatan, tanggung jawab, atau kepedulian. Setelah membaca, tanyakan kepada anak apa yang menurutnya merupakan perilaku baik.
Permainan bergiliran
Ketika berada di taman bermain, ajarkan anak untuk menunggu giliran. Jelaskan bahwa anak lain juga mempunyai hak menggunakan fasilitas tersebut.
Belajar menjaga kebersihan
Ajak anak membawa kembali sampah miliknya. Jelaskan bahwa taman adalah fasilitas bersama sehingga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan.
Mengamati lingkungan
Di taman satwa, anak dapat belajar menghargai makhluk hidup. Di taman lalu lintas, anak dapat belajar disiplin. Di perpustakaan, anak dapat belajar menghargai pengetahuan dan fasilitas bersama.
Evaluasi setelah pulang
Sesampainya di rumah, tanyakan kepada anak satu hal baik yang dipelajari hari itu. Pertanyaan sederhana ini membantu anak mengingat pengalaman dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Perbandingan Lima Tempat Belajar Akhlak di Banjarmasin
| Tempat | Lokasi | Fokus Utama | Fasilitas atau Aktivitas | Nilai Akhlak yang Dapat Dikenalkan | Biaya |
|---|---|---|---|---|---|
| Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh | Jalan Jahri Saleh, Sungai Jingah, Banjarmasin Utara | Edukasi satwa dan rekreasi keluarga | Area edukasi, ruang terbuka, aktivitas pengenalan satwa dan fasilitas anak | Kasih sayang terhadap makhluk hidup, tanggung jawab, kebersihan, kepedulian lingkungan | Informasi tarif dapat berubah; cek pengelola |
| Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel | Jalan A. Yani Km 6,400 No. 6, Pemurus Luar, Banjarmasin Timur | Literasi dan pembelajaran anak | Layanan perpustakaan anak dan kegiatan literasi | Gemar membaca, disiplin, menjaga fasilitas, tanggung jawab | Layanan perpustakaan pada prinsipnya dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa biaya kunjungan |
| Taman Edukasi Banua Lalu Lintas | Jalan AS Musaffa No. 2, Antasan Besar, Banjarmasin Tengah | Pendidikan keselamatan dan lalu lintas | Jalur simulasi, rambu lalu lintas, permainan anak, Spot Baca Digital | Disiplin, tertib, tanggung jawab, menghargai keselamatan orang lain | Biaya fasilitas dapat berbeda; informasi lama mencatat akses taman dengan biaya parkir |
| Perpustakaan Umum Siring Tendean | Jalan Kapten Piere Tendean, Gadang, Banjarmasin Tengah | Literasi keluarga | Koleksi buku anak, layanan perpustakaan, akses ke e-Library, kawasan publik Siring | Sopan santun, kejujuran, gemar membaca, menjaga fasilitas umum | Gratis untuk layanan perpustakaan umum; cek kebijakan terbaru |
| Taman Kamboja | Jalan H. Anang Adenansi, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah | Ruang terbuka hijau, bermain dan literasi | Taman baca, area bermain, jogging track, area terbuka, air mancur menari | Berbagi, disiplin, toleransi, tanggung jawab, kepedulian lingkungan | Gratis untuk kawasan taman |
Kelima tempat tersebut sebenarnya tidak perlu diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan. Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda.
Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh lebih menarik untuk pembelajaran berbasis lingkungan dan satwa. Anak dapat belajar kepedulian melalui pengamatan langsung.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan lebih sesuai untuk keluarga yang ingin memperkuat budaya membaca dan mengenalkan anak pada lingkungan perpustakaan.
Taman Edukasi Banua Lalu Lintas mempunyai kekuatan pada pembelajaran disiplin dan kepatuhan terhadap aturan. Aktivitas lalu lintas dapat dijadikan contoh konkret mengenai pentingnya mempertimbangkan keselamatan orang lain. Penelitian akademik juga mengidentifikasi taman ini sebagai sumber belajar untuk pendidikan anak usia dini.
Perpustakaan Umum Siring Tendean cocok bagi keluarga yang ingin menggabungkan kegiatan membaca dengan pengalaman berada di ruang publik. Keberadaan koleksi buku anak di Banjarmasin e-Library dapat membantu orang tua memilih bahan bacaan yang sesuai.
Sementara itu, Taman Kamboja mempunyai kombinasi yang cukup lengkap antara ruang terbuka hijau, taman bermain, fasilitas olahraga, dan literasi. Statusnya sebagai Ruang Bermain Ramah Anak juga didukung oleh hasil audit lapangan Kementerian PPPA yang dilakukan pada 2023.
Pada akhirnya, belajar akhlak tidak bergantung pada satu lokasi tertentu. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua atau guru mengubah pengalaman anak menjadi pembelajaran. Anak yang membaca buku dapat diajak memahami kejujuran. Anak yang bermain dapat belajar berbagi. Anak yang melihat satwa dapat belajar menyayangi makhluk hidup. Anak yang menggunakan jalur lalu lintas mini dapat memahami pentingnya disiplin.
Dengan pendekatan seperti itu, taman dan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mengisi waktu luang. Ruang publik dapat menjadi kelas kehidupan, tempat anak belajar bagaimana bersikap kepada orang lain, menjaga lingkungan, menaati aturan, dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Karena fasilitas dan jadwal layanan dapat berubah, terutama pada wahana tertentu dan kegiatan khusus, orang tua sebaiknya mengecek informasi terbaru dari pengelola sebelum berkunjung. Untuk layanan perpustakaan Kota Banjarmasin, informasi terbaru dapat diperiksa melalui Banjarmasin e-Library dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Banjarmasin.




