Mengenal Passive Voice, Rumus & Contohnya

Mengenal Passive Voice, Rumus & Contohnya

Passive voice merupakan salah satu bentuk kalimat dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menekankan tindakan atau hasil suatu perbuatan, bukan pelakunya. Dalam struktur ini, fokus kalimat berpindah dari subjek pelaku ke objek yang menerima tindakan. Karena itu, passive voice sering dipakai ketika pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau sengaja tidak disebutkan. Pemahaman konsep ini membantu Anda menyusun kalimat yang lebih variatif dan kontekstual.

Artikel ini membahas passive voice secara runtut, mulai dari pengertian dasar hingga pola rumus di berbagai tenses. Penjelasan difokuskan pada perubahan struktur kalimat dari aktif ke pasif serta fungsi penggunaannya dalam konteks formal maupun akademik. Dengan memahami pola dan logikanya, Anda tidak hanya menghafal rumus, tetapi mampu menerapkannya secara tepat. Hasilnya, kemampuan menulis dan memahami teks bahasa Inggris menjadi lebih terstruktur.

Apa Itu Passive Voice?

Apa Itu Passive Voice?

Passive voice atau passive form adalah bentuk kalimat pasif dalam bahasa Inggris, yaitu pola kalimat yang subjeknya dikenai suatu tindakan, bukan melakukan tindakan tersebut. Dalam struktur ini, subjek berfungsi sebagai penerima pekerjaan dari kata kerjanya. Jika pada kalimat aktif (active voice) subjek bertindak sebagai pelaku, maka pada passive voice perannya berubah menjadi pihak yang menerima aksi. Dengan demikian, passive voice dapat dipahami sebagai kebalikan dari kalimat aktif, karena penekanan informasi dipindahkan dari pelaku ke objek yang terdampak tindakan. Perubahan ini memengaruhi susunan kalimat serta bentuk kata kerja yang digunakan.

Perbedaan tersebut dapat dilihat pada contoh: Active: The teacher explains the lesson dan Passive: The lesson is explained (by the teacher). Pada kalimat aktif, perhatian tertuju pada the teacher sebagai pelaku, sedangkan pada kalimat pasif fokusnya bergeser ke the lesson sebagai penerima tindakan. Secara struktur, terjadi perubahan pola menjadi subject + to be + past participle (V3), sehingga kata kerja explains berubah menjadi is explained. Pola inilah yang menjadi dasar pembentukan passive voice dalam berbagai bentuk tense.

Rumus Passive Voice dalam Berbagai Tenses

Rumus Passive Voice dalam Berbagai Tenses

Passive voice dalam bahasa Inggris mengalami perubahan struktur sesuai dengan tense yang digunakan. Perbedaan tersebut tampak pada bentuk to be yang menyertainya, sedangkan past participle (V3) tetap dipertahankan. Berikut ini rumus passive voice dalam beberapa tense yang umum digunakan.

1. Simple Present Tense

Pada bentuk simple present, passive voice menampilkan tindakan yang bersifat umum dan berlaku secara luas. Penekanannya berada pada proses atau hasil yang dianggap sebagai fakta, bukan pada pelaku yang menjalankannya. Karena itu, struktur ini sering muncul dalam pernyataan ilmiah maupun informasi umum.

Rumus: Subject + am/is/are + V3

Keterangan:

  • Subject = penerima tindakan
  • am/is/are = bentuk to be sesuai subjek
  • V3 = kata kerja bentuk ketiga

Bentuk am, is, dan are menempatkan tindakan dalam konteks waktu sekarang. Struktur ini menggambarkan keadaan yang bersifat tetap atau rutin.

2. Simple Past Tense

Dalam simple past passive, kalimat menyoroti peristiwa yang telah selesai terjadi. Fokusnya tetap pada tindakan yang dialami subjek, sementara pelaku bisa disebutkan atau dihilangkan sesuai kebutuhan konteks. Bentuk ini banyak ditemukan dalam laporan kejadian atau narasi peristiwa lampau.

Rumus: Subject + was/were + V3

Keterangan:

  • Subject = penerima tindakan
  • was/were = bentuk lampau dari to be
  • V3 = kata kerja bentuk ketiga

Penggunaan was atau were menandakan bahwa peristiwa berada di masa lampau. Tindakan dipahami sebagai sesuatu yang telah selesai.

3. Present Continuous Tense

Present continuous passive menekankan bahwa suatu proses sedang berlangsung pada saat pembicaraan terjadi. Perhatian pembaca diarahkan pada aktivitas yang masih berjalan dan belum mencapai tahap akhir. Bentuk ini sering muncul dalam pemberitahuan atau laporan situasi terkini.

Rumus: Subject + am/is/are + being + V3

Keterangan:

  • Subject = penerima tindakan
  • am/is/are = to be sesuai subjek
  • being = penanda proses yang sedang berlangsung
  • V3 = kata kerja bentuk ketiga

Kata being menunjukkan bahwa tindakan masih berlangsung. Proses menjadi pusat informasi dalam kalimat.

4. Present Perfect Tense

Pada present perfect passive, struktur kalimat menunjukkan bahwa suatu tindakan telah selesai sebelum saat ini dan hasilnya masih berkaitan dengan kondisi sekarang. Penekanannya terletak pada hasil akhir, bukan pada siapa yang melakukan tindakan tersebut. Bentuk ini sering muncul dalam laporan formal atau deskripsi capaian.

Rumus: Subject + has/have + been + V3

Keterangan:

  • Subject = penerima tindakan
  • has/have = penanda perfect sesuai subjek
  • been = bentuk ketiga dari be
  • V3 = kata kerja bentuk ketiga

Rangkaian has/have + been menegaskan bahwa proses telah tuntas. Dampaknya tetap berhubungan dengan keadaan sekarang..

5. Future Tense

Future passive menggambarkan tindakan yang belum terjadi tetapi direncanakan atau diperkirakan akan berlangsung. Subjek dalam kalimat ini berada pada posisi sebagai pihak yang akan menerima tindakan tersebut. Struktur ini sering muncul dalam pengumuman, jadwal, atau keputusan resmi.

Rumus: Subject + will be + V3

Keterangan:

  • Subject = penerima tindakan
  • will be = penanda waktu mendatang
  • V3 = kata kerja bentuk ketiga

Kombinasi will be menempatkan peristiwa pada waktu yang akan datang. Struktur ini menunjukkan tindakan yang masih berupa rencana atau prediksi.

Contoh Kalimat Passive Voice dalam Berbagai Tense

Setelah memahami pola dan perubahannya dalam berbagai tense, penerapan passive voice dapat dilihat melalui transformasi kalimat aktif ke bentuk pasif. Perubahan ini dilakukan dengan memindahkan objek menjadi subjek serta menyesuaikan bentuk to be dan V3 sesuai tense yang digunakan. Berikut beberapa ilustrasi perubahannya:

1. Contoh Passive Voice dalam Simple Present Tense

Active Voice:

Teddy reads a book.

Rumus:

Object + am/is/are + V3 + by + Subject

Passive Voice:

A book is read by Teddy.

Dalam bentuk ini, kegiatan membaca dipahami sebagai kebiasaan atau aktivitas yang berlaku umum. Objek a book ditempatkan di awal kalimat sehingga menjadi pusat perhatian. Kata is menunjukkan konteks waktu sekarang, sedangkan read tetap berbentuk past participle. Struktur tersebut menggeser fokus dari pelaku ke tindakan yang diterima objek.

2. Contoh Passive Voice dalam Simple Past Tense

Active Voice:

Teddy read a book.

Rumus:

Object + was/were + V3 + by + Subject

Passive Voice:

A book was read by Teddy.

Kalimat ini menggambarkan peristiwa yang telah selesai terjadi. Perubahan terlihat pada penggunaan was sebagai penanda waktu lampau. Bentuk V3 tetap dipertahankan agar sesuai dengan pola pasif. Penekanan kalimat terletak pada kejadian membaca yang sudah berlangsung di masa lalu.

3. Contoh Passive Voice dalam Present Continuous Tense

Active Voice:

Teddy is reading a book.

Rumus:

Object + am/is/are + being + V3 + by + Subject

Passive Voice:

A book is being read by Teddy.

Struktur ini menunjukkan bahwa proses membaca sedang berlangsung saat ini. Kehadiran kata being menjadi penanda utama bahwa tindakan masih dalam tahap pengerjaan. Bentuk is menyesuaikan dengan subjek tunggal, sedangkan read tetap dalam bentuk ketiga. Fokus kalimat diarahkan pada aktivitas yang tengah terjadi.

4. Contoh Passive Voice dalam Present Perfect Tense

Active Voice:

Teddy has read a book.

Rumus:

Object + has/have + been + V3 + by + Subject

Passive Voice:

A book has been read by Teddy.

Bentuk ini menegaskan bahwa tindakan membaca telah selesai sebelum saat ini. Rangkaian has been menunjukkan hubungan antara peristiwa lampau dan kondisi sekarang. Kata kerja tetap menggunakan V3 untuk mempertahankan struktur pasif. Penekanannya berada pada hasil dari tindakan tersebut.

5. Contoh Passive Voice dalam Simple Future Tense

Kalimat aktif:

Teddy will read a book.

Rumus:

Object + will be + V3 + by + Subject

Kalimat pasif:

A book will be read by Teddy.

Kalimat ini menyatakan bahwa kegiatan membaca akan dilakukan pada waktu mendatang. Unsur will be berfungsi sebagai penanda masa depan dalam bentuk pasif. Past participle tetap digunakan sebagai bagian inti struktur. Perhatian pembaca diarahkan pada objek yang akan menerima tindakan tersebut.

Dengan memahami pengertian, rumus, serta contoh passive voice dalam berbagai tense, Anda dapat melihat bahwa struktur ini memiliki pola yang konsisten. Perubahan hanya terletak pada bentuk to be yang menyesuaikan waktu, sementara past participle (V3) tetap menjadi unsur utama. Pemahaman ini membantu dalam mengenali perbedaan fungsi antara kalimat aktif dan pasif. Selain itu, Anda juga dapat menentukan kapan bentuk pasif lebih tepat digunakan dalam suatu konteks.

Penguasaan passive voice tidak hanya penting dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dalam penulisan formal, akademik, dan profesional. Banyak teks ilmiah, laporan, maupun artikel menggunakan kalimat pasif untuk menekankan hasil atau proses. Dengan latihan yang konsisten, penggunaan struktur ini akan terasa lebih alami dan terstruktur. Pada akhirnya, kemampuan membedakan dan membentuk kalimat aktif maupun pasif akan meningkatkan kualitas komunikasi dalam bahasa Inggris.

Tags :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Artikel Terbaru